Makna Palungan dalam Lukas 2:7

Lukas 2:6-7:

6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,  
7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Lebih dari 2000 tahun yang lalu, Yesus lahir di sebuah palungan. Seorang bayi yang lahir dengan tangan yang menggemaskan, dan setelah Ia dewasa, tangan yang sama itu yang akan menyembuhkan banyak orang sakit, meredakan angin ribut bahkan tangan itu akan terpaku di atas kayu salib. Seorang bayi yang lahir dengan kaki yang mungil menggemaskan, dan setelah Ia dewasa, kaki itu juga yang berjalan di atas air, kaki yang juga melangkah ke seluruh pelosok untuk menjangkau jiwa-jiwa dan juga kaki yang sama akan terpaku di salib. Bayi yang memiliki suara menggemaskan, tetapi setelah Ia menjadi dewasa, suara itu juga yang mengusir setan dan kuasa kegelapan, membangkitkan Lazarus dari kematian dan suara yang sama yang berkata "semua sudah selesai."

Yesus lahir di sebuah palungan, dan hal ini memiliki 2 makna yang sangat penting. Apa makna yang bisa kita gali tentang palungan? Saya mau saudara dan saya, kita sepakat terlebih dahulu bahwa setiap kata, kalimat di dalam Alkitab memiliki makna. Baru kita bisa maju terus dalam pembahasan ini.

Makna yang pertama (1): Palungan berbicara tentang: Izinkan Yesus lahir di palungan hati kita.

Berikan hatimu untuk Yesus hadir dan mengambil alih kendali kehidupan kita. Biarkan Dia menguasai ruangan hatimu, bahkan ruangan hati kita yang terdalam. Dia akan memberikan damai sejahtera dimulai dengan hatimu sehingga damai itu juga akan terpancar keluar dalam kehidupan kita.
Natal adalah saat dimana kita diingatkan bahwa "Ayo" sediakan palungan hatimu untuk Yesus masuk dan tinggal diam bahkan memenuhinya dengan damai sejahtera.

Damai yang Yesus berikan bukanlah seperti damai yang diberikan dunia. Hari-hari ini banyak orang yang butek pikirannya, mereka menjadi stress dikarenakan tuntutan pekerjaan, target-target yang belum tercapai. Apalagi sekarang ini sudah mau tutup tahun, dimana banyak pimpinan menuntut target-target yang sepertinya sulit untuk kita capai, belum lagi masalah rumah tangga, anak-anak yang susah diatur/ dikendalikan, dan juga kadang ada biaya-biaya yang tak terduga.

Bahkan kita bisa temukan hari-hari ini, ternyata penyakit stress, pusing kepala, sudah mulai muncul pada anak-anak muda, anak-anak usia sekolah. Kalau beberapa tahun yang lalu kita mendengar bahwa Jepang merupakan negara yang mana ditemukan banyak anak usia sekolah bunuh diri, terjun dari apartemen mereka. Tetapi hari-hari ini, beberapa waktu yang lalu istri saya cerita kepada saya bahwa ternyata Korea Selatan saat ini memegang peringkat tertinggi dalam tingkat stress yang dialami anak usia sekolah. Orang-orang tua Korea sudah menetapkan university untuk anak-anak mereka sejak anak-anak mereka masih berusia TK, 4 -5 tahun. Jadi mereka sudah rancang sejak jauh-jauh hari, planning untuk anak-anak mereka masuk ke university tertentu. Ada sebuah harapan tingkat tinggi.  Karena hanya dengan menjadi lulusan dari university tersebut maka anak-anak mereka akan memperoleh kesempatan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan.

Tetapi apa yang terjadi? Banyak anak-anak menjadi takut ketika mereka gagal memenuhi ekspektasi orang tua mereka, yang sudah berjuang menyekolahkan mereka, sudah pesan-pesan dari mereka kecil untuk masuk university tersebut sejak mereka masih usia 4-5 tahun. Mereka yang gagal menjadi takut untuk melihat respon orang tua mereka ketika mereka menemukan diri mereka gagal, apalagi selama mereka bersekolah, orang tua mereka bukan hanya membiayai sekolah formal mereka saja, tapi juga membiayai les-les after school hour dengan subjek-subjek tertentu.

Sehingga tidak sedikit hari-hari ini kita mendengar banyak murid-murid di Korea yang bunuh diri, terjun bebas, karena mereka malu menghadapi orang tuanya, mereka ketakutan sampai mati.

Puji Tuhan, hal itu tidak terjadi, atau kalau boleh saya katakan sangat-sangat jarang terjadi di Indonesia. Dalam nama Yesus gak lah! Hahaha.. Kalau kita lihat di sekitar kita, saya perhatikan, sudah nilai merah semua masih saja menyanyi dengan girangnya tuh, ngumpul-ngumpul di pinggir jalan. Lulus-gak lulus yang penting happy boss hahaha, sudah gitu ngumpul-ngumpul main video games, masa depan belum jelas, nyanyi-nyanyi "Bapak-bapak, Ibu-ibu, Siapa yang punya anak.. Pengumuman-pengumuman, Siapa yang mau bantu, Tolong aku kasihani aku, Tolong carikan diriku kekasih hatiku.." Bangun boss, sudah gak lulus malahan cari jodoh lagi. Hahaha.

Terlalu stress gak baik, tapi terlalu santai gak baik juga, terlalu menganggap remeh masalah gak baik juga. Hari-hari ini saya baca China mengirimkan 2,6 juta anak-anak ke sekolah di luar negri, dan sebagian dari mereka kembali dan akan kembali untuk dipersiapkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan China. Kembali untuk membangun China. Dunia yang kita tempati saat ini adalah dunia yang kompetitif. China masih termasuk terlambat jika kita bandingkan dengan Singapore. Singapore saat ini, kabinet mereka diisi oleh orang-orang muda, usia 40-an. Kalau kita selidiki latar belakang pendidikan mereka, mereka adalah lulusan Cambridge, dan berbagai university terbaik dunia, dapat beasiswa.

Dunia sedang bergerak dengan cepat, persaingan untuk menjadi yang terbaik semakin tinggi, tekanan di dalam dunia kerja semakin membuat kepala orang-orang di luar sana menjadi butek. Itu sebabnya banyak orang di luar sana yang mencari damai dari dunia. Selama kita tidak pernah menawarkan Yesus kepada mereka maka mereka akan mencari damai dengan cara mereka.

Beberapa mencari damai dengan pergi ke spa. Ada ibu-ibu yang bilang: "Pak, saya Minggu males ah ke Gereja, Saya sudah kerja dari Senin sampai dengan Sabtu, kalau Minggu saya ke Gereja juga maka saya bosan pak, jenuh pak, stress. Nah hari minggu saya mau ke spa saja pak, kan enak di spa bisa melepas stress, bisa merasakan damai," Kemudian ibu itu ke spa sambil menghirup aroma herbal, dan mendengar bunyi-bunyian air terjun, kemudian ibu itu dipijit sama mbok-mbok, stress jadi hilang. Tapi pulang dari spa, baru sampai di jalan, muacet, stress lagi, gak ada aroma herbal, gak ada bunyi air terjun menenangkan lagi, dan yang pasti gak ada mbok-mbok yang mijitin Anda lagi wahai ibu-ibu. Hahaha damai dunia itu sementara. Tetapi damai yang Yesus berikan sifatnya kekal!

Ijinkan Yesus masuk ke dalam palungan hatimu, persilahkan dia masuk. Saya suka sebuah lagu yang liriknya ada tertulis "make my heart Your Bethlehem." Anda harus undang Tuhan masuk dalam hatimu. Itu bedanya Roh Tuhan dengan roh jahat. Kalau Roh Tuhan memenuhi kita, maka kita harus undang Dia masuk, Dia pasti sudah mengetuk pintu hati kita, tapi Dia tidak akan masuk secara paksa, Dia akan menunggu Anda membuka pintu hatimu dan mengundangNya masuk. Tetapi kalau roh jahat beda! itu sebabnya istilahnya adalah kerasukan roh jahat. Roh jahat akan masuk tanpa diundang, merasuk, ketika dia melihat ruangan hatimu kosong, tanpa Roh Kudus, tanpa pemilik, maka dia akan masuk. Itu sebabnya tidak ada istilah kerasukan Roh Tuhan, yang ada adalah kerasukan roh jahat.

Nah, kembali saya mau katakan, Damai yang diberikan Tuhan berbeda dengan damai yang diberikan dunia ini. Beda apa Pak? Beda banget Boss! Damai dari dunia ini hanyalah sementara, tapi damainya Tuhan itu Eternal - Kekal!

Biasanya kalau Worship Leader atau MC memulai sebuah ibadah, mereka akan bertanya: "Apa kabar Anda?" Anda akan jawab apa? Pasti jawabnya: "Luar biasa!" bukan? Tapi kalau Anda pergi ke kantor asuransi, mereka juga ketika ditanya apa kabarnya, mereka akan menjawab lebih keras "luar biasa, yes yes yes!" Pernahkah Anda tanya kepada Tuhan: "Apa kabar Tuhan?" Saya yakin Tuhan tidak hanya akan menjawab: "Luar biasa" tapi Ia akan jawab: "Eternal! - Kekal!"Itulah Tuhan yang kita sembah. Di dalam Dia tidak ada perubahan, atau bayangan akan perubahan. Tidak pernah Dia tidak luar biasa, Dia selalu menakjubkan!

Demikian juga dengan kita, kalau WL tanya apa kabar Saudara, Anda bisa jawab, kalau Anda mau, Anda bisa jawab "Sukacitaku kekal!" Demikian juga dengan damai yang dia berikan kepada Anda, ketika Ia tinggal di dalam palungan hatimu, maka Ia akan memberikan damai yang kekal.

Dia yang kekal tinggal di dalam kita dan kita ada di dalam Dia, hal itu terjadi di saat Perjamuan Kudus. Maka apapun pergumulan, tantangan, apapun yang Anda hadapi hari ini, damai yang Anda terima, damai yang kekal. Tuhan pasti akan tolong Anda!

Mungkin engkau menghadapi masalah keluarga, mungkin pertengkaran seakan-akan adalah hal yang biasa terjadi di dalam rumahmu hari-hari ini. Istri melawan suami, suami memaki istri, anak-anak ketakutan dan dan menutup kupingnya. Saya mau katakan hari ini, ayo, jangan menyerah terhadap suamimu Bu, jangan menyerah terhadap istrimu Pak. Kalau dia lagi ngomel sama Anda, anggap saja istrimu itu seperti Worship Leader atau MC yang lagi pimpin pujian.  paling juga 3-4 lagu selesai. Tanda-tandanya lagunya mau selesai biasanya kalau istrimu ngomong begini: "Kamu bagaimana sih? Aku bicara panjang lebar, kamu malah nonton tv, dijawab kek.." Nah kalau sudah begitu, berarti tandanya lagunya dia sudah mau selesai. Anda tinggal peluk dia dan katakan amen. hahaha

Bapak-bapak, jangan menyerah terhadap istrimu, Ibu-ibu jangan menyerah terhadap suamimu. Urapan itu sudah ada di dalam dirimu, gunakan itu, keluarkan damai itu, damai yang kekal, damai yang diberikan oleh Yesus yang tinggal di dalam palungan hatimu.

Makna yang kedua (2): Palungan berbicara tentang: Perjamuan Kudus

Mungkin Anda bertanya, apa hubungannya palungan dengan Perjamuan Kudus Pak? Tenang dulu, saya akan jelaskan. Berapa banyak di tempat ini yang tahu persis, sebenarnya apa sih palungan itu? Untuk mendukung penjelasan saya, saya ijinkan Anda untuk buka google di smartphone saudara. Pasti kan Anda semua punya BB, Samsung Android dll bisa cek Google. Kemarin saya baru belikan Samsung S4 buat istri saya, bagus juga yah. Oke, sekarang saudara ketik "palungan" di google kemudian Saudara tekan enter. 2 hasil temuan yang paling atas akan kata palungan adalah sebuah link yang memberikan definisi mengenai palungan, palungan adalah tempat makan hewan/ ternak. Katakan sama-sama "tempat makan/minum hewan". Nah, kalau kita baca Alkitab, hewan yang paling banyak disebutkan menjadi hewan ternak adalah domba. Domba adalah binatang ternak yang paling banyak dipelihara oleh orang-orang Israel saat itu. Jadi saya sangat boleh mengatakan bahwa palungan adalah tempat makan/ minum domba. Katakan sama-sama "palungan adalah tempat makan/ minum domba."

Nah bukan kebetulan Yesus harus lahir di sebuah kandang hewan, tidak ada ruangan bagi Maria untuk melahirkan, sehingga Maria harus melahirkan di kandang tersebut, dan Yesus Alkitab catat ditempatkan di dalam palungan, sebuah tempat makan domba. Kita sudah sepakat di awal bahwa setiap kata kalimat, bahkan titik koma di dalam Alkitab mengandung makna. Amen? Palungan yang berisi Yesus memiliki pewahyuan yang sangat indah, makna yang sangat kuat, dan ini merupakan pewahyuan tentang Perjamuan Kudus.

Apa hubungannya palungan dengan Perjamuan Kudus? Palungan adalah tempat makan/ minum apa? Domba! Tuhan adalah gembalaku, sebuah mazmur yang ditulis oleh Daud, yang menggambarkan bahwa kita sebagai domba. Tuhan Yesus juga menggambarkan diriNya sebagai gembala dan Ia mengumpamakan kita sebagai domba-dombaNya. Domba-domba itu adalah Anda dan saya, kita semua yang ada di dalam Tuhan Yesus, orang percaya. Jadi kita kaitkan, Palungan adalah tempat makan/ minum domba, Anda dan saya adalah domba-domba. Lalu apa yang tersedia di tempat makan/ minum kita? Yang ada di dalam palungan? Yesus! Yesus di dalam palungan sebagai tipologi Yesus disediakan untuk menjadi makanan/ minuman bagi kita, domba-domba. Yesus berjata di dalam Mat 26:28, "Ambillah, makanlah, inilah Tubuhku" Tubuh Yesus adalah benar-benar makanan. Yesus juga mengambil cawan dan Ia berkata "minumlah.." Dan darahNya adalah benar-benar minuman.

Inilah makna palungan yang kedua berkenaan dengan suasana Natal, berita kelahiran Yesus Kristus. Pewahyuan yang sangat indah tentang Perjamuan Kudus. Yesus sejak Ia dilahirkan sudah memberikan tujuan Ia dilahirkan, yaitu untuk mati bagi Anda dan saya, untuk kesembuhanmu, untuk kelepasanmu, dan untuk mengangkat Anda naik, bukan turun, jadi kepala bukan ekor. Katakan Amen!

Saya akan tutup kotbah ini dengan kesaksian. Waktu istri saya mengandung anak saya yang kedua. Ketika baru berjalan 4 bulan, istri saya mengalami pendarahan berat, hampir setiap hari ia mengalami pendarahan. Walau ada sedikit kekuatiran di hati saya, tapi saya pikir Tuhan pasti tolong. Belum pernah Ia mengecewakan saya. Kami berdua berdoa, minta Tuhan campur tangan.

Tetapi justru kondisinya tidak menunjukkan ia semakin baik. Kami pergi ke sebuah RS di Jakarta Pusat dan tim medis yang biasa memeriksa mulai menunjukkan kepanikan, saat itu usia kandungan 7-8 bulan. Denyut jantung anak kami di dalam kandungan dinyatakan tidak terdengar. Belum pernah ia saya lihat panik seperti itu, karena kami dan pihak rumah sakit sudah sangat dekat, seperti keluarga. Ia sudah membantu kelahiran anak kami yang pertama. Tetapi begitu menghadapi anak yang kedua ini, ia sangat panik, hal itu bisa terlihat di wajahnya. Kemudian ia membuat notes, referensi untuk pergi ke dokter ahli di rumah sakit yang lain untuk cek pakai alat yang canggih. Setelah kami pergi ke sana, di cek, kami terima hasilnya lumayan kaget karena detak jantung tidak terdeteksi.

Saya pikir ini Rumah Sakit mungkin terlalu canggih, makanya saking canggihnya tidak bisa mendeteksi detak jantung anak saya yang ada di dalam kandungan, sehingga saya bawa istri saya ke bidan di pinggir jalan, klinik di sebuah rumah kecil dekat rumah, tetapi hasilnya pun sama saja.

Kami terus melakukan Perjamuan Kudus bahkan perut istri saya, saya urapi dengan minyak urapan. Terus kami lakukan itu. Hingga kami diberikan surat referensi lagi untuk pergi ke dokter ahli yang sama, untuk kembali diperiksa untuk mendapatkan diagnosa final. Kami pergi ke sana. Istri saya masuk ke dalam ruangan untuk diperiksa. Saya masih ingat hari itu berasa jam bergerak sangat lama, saya terus berdoa, dan ketika saya menunggu saya mendapatkan pewahyuan dari Tuhan, bahwa anak itu akan selamat, dan saya mendapatkan hikmat untuk memberikan dia nama nanti setelah ia lahir nanti dengan nama "Pascal." Pascal atau Paskah atau Pesakh memiliki arti luas bahwa ia dilewatkan dari maut, maut tidak bisa menyentuhnya, karena ada tanda darah, darah Tuhan Yesus yang mengalir lewat Perjamuan Kudus, diminum oleh istri saya, masuk ke janin, dan oleh bilur-bilurnya anak saya pasti sembuh!

Istri saya keluar dari ruang pemeriksaan, sambil tersenyum dan lama-lama ia tertawa sebab diagnosa dokter menyatakan detak jantung anak saya di dalam kandungan sudah terdengar. Walaupun lembut, tapi sudah terdengar. Dan beriringnya waktu, kami terus memeriksa intensif selam 1 bulan sebelum kelahiran, dan detak jantung itu semakin kuta berdetak. Kesembuhan total semakin dinyatakan!

Bahkan mujizat juga terjadi saat kelahiran, waktu itu sudah menjelang pagi. Saya menunggu istri saya melahirkan, saya tunggu-tunggu kok gak lahir lahir juga, kemudian saya pikir yah lebih baik saya keluar sebentar beli sikat gigi buat istri saya, beli tissue dll. Baru saja saya sampai mobil, saya dapat telepon dari istri saya, anak saya yang kedua sudah lahir. Bahkan diceritakan ia keluar tanpa istri saya merasakan sakit yang berarti, dan saat itu tidak ada dokter, dokter lagi keluar sebentar, dan kebetulan ada bidan yang lewat dan bisa membantu mengurusnya. Sampai-sampai saya kaget melihat biaya rumah sakit, karena tanpa bantuan atau jasa dokter, maka biaya kelahiran saya masih ingat hanya Rp 600.000,- Hal itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan berkat-berkat selipan dari keluarga dan rekan-rekan yang datang.

Memang kalau Tuhan yang membuat mujizat itu tidak tanggung-tanggung. Dia bukan cuma bikin kita tersenyum, tapi dia akan membuat kita bersukacita menikmati kebaikanNya. Maukah Anda percaya? Maukah Anda pegang janji FirmanNya, ada kesembuhan, ada kelepasan, dan ada berkat yang tiada terhingga lewat Perjamuan Kudus. Hari ini Saudara yang seperjamuan di Gereja Tiberias, maka kesembuhan akan menjadi milikmu, Tuhan juga akan melepaskanmu, dan akan membawamu dari kemenangan demi kemenangan. Haleluya!







Tidak ada komentar: