Kamis, 26 Agustus 2010

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA! -- HINDARI VIRUS “GALATIANISME”

Gal 5:1
“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”



Shalom saudara-saudariku yang terkasih di dalam Kristus Yesus. 17 Agustus yang lalu kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan negri kita yang tercinta Republik Indonesia yang ke-65. Berbicara mengenai kemerdekaan, saya teringat akan bunyi Firman Tuhan di dalam Galatia 5:1 dimana Paulus menulis: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Tulisan ini mengawali 14 ayat berikutnya dimana Paulus membahas mengenai kemerdekaan Kristen.

Ada sebuah bahaya yang mengancam iman jemaat Galatia saat itu. Paulus melihat iman jemaat di Galatia tercemar oleh karena pengajaran yang lain (Gal 5:9-10), yang tidak sesuai dengan pengajaran yang semula dia ajarkan. Jemaat di sana mulai mencampurkan kasih karunia dengan hukum Taurat, ini yang saya namakan virus “Galatianisme.”

Virus Galatianisme ini berkembang dengan cepat pada jemaat Galatia saat itu. Mereka yang tadinya percaya bahwa mereka dibenarkan oleh iman kepada Yesus kristus saja dan berlomba dengan baik, kini berubah dengan menambahkan beberapa ajaran hukum Taurat seperti sunat, dan mereka mulai percaya bahwa orang selain harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan tetapi juga harus disunat dan mengikuti beberapa tradisi hukum Taurat.

Itu sebabnya Paulus berteriak dengan keras pada Gal 5:4: “Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat!” dan lebih jelas ia lanjutkan begini: “kamu hidup di luar kasih karunia.” Ini teriakan bukan hanya berasal dari Paulus, saya sangat percaya peringatan ini berasal dari Roh Kudus bagi jemaat Galatia saat itu dan juga bagi setiap kita saat ini: “Jangan mencampurkan kasih karunia dengan hukum Taurat!”

Saudaraku, hukum Taurat tidak dapat memerdekakan anda. Hukum Taurat tidak bisa membebaskan anda dari hukum dosa dan hukum maut yang sudah manusia warisi sejak zaman Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Hukum Taurat hanya mempunyai peranan menuntun kepada sebuah pribadi yang sungguh-sungguh mampu memerdekakan saudara. Itu sebabnya Paulus berkata: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.” Hanya Kristus saja yang dapat memerekakan kita.

Hukum Taurat ibarat sebuah cermin dan manusia ibarat orang yang wajahnya sangat kotor dan jorok dan tidak memiliki lengan. Setiap kali orang itu menggunakan cermin tersebut, ia hanya bisa melihat wajahnya yang kotor dan jorok. Dan seberapapun ia ingin membersihkan wajahnya, ia tidak bisa, karena ia tidak memiliki lengan.

Hukum Taurat hanya mempunyai tugas untuk membuat manusia frustasi. Agar manusia sadar bahwa dirinya tidak layak, dirinya kotor dan menjijikkan, dirinya tidak bisa membersihkan dosanya dengan kebaikan dan kekudusan buatan. Karena kekudusan manusia bagaikan kain yang sangat kotor di hadapan Tuhan. Hukum Taurat sekali lagi saya katakan hanya sebagai penuntun menunjuk ke sebuah pribadi yang bisa membersihkan dan menebus manusia dari hukum dosa dan hukum maut. Pribadi itu namanya Yesus. Caranya bagaimana? Cukup percaya saja.

“Kok mudah sekali?”, “Saya rasa tidak sesederhana itu!”, “Perlu juga agar kita berbuat kudus, tidak zinah, tidak mencuri dsb” inilah yang dikatakan daging saudara. Daging ingin memiliki saham dalam keselamatan. Tapi itu tidak mungkin. Awas virus galatianisme! Dengan kemampuan saudara berusaha memenuhi seluruh perintah hukum Taurat untuk merdeka dari hukum dosa dan hukum maut, saudara tidak akan pernah bisa! Tetapi dengan berdiri teguh dan tetap merdeka, percaya hanya melalui iman kepada Kristus Yesus, kita bisa! Jemaat Galatia saat itu justru ketika mencampur hukum Taurat dengan kasih karunia, mereka justru saling menggigit dan menelan, padahal ketika mereka murni hanya di dalam pengajaran kasih karunia mereka “berlomba dengan baik.” Tetap di dalam kasih karunia, sekali merdeka tetap merdeka! Amin.

Senin, 28 Juni 2010

Meminta BENIH lebih baik daripada meminta GANDUM


Kej 47: 19c
Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus."





Sahabat-sahabatku yang kekasih dalam Tuhan Yesus Kristus, saya mau menyampaikan satu hal yang mungkin belum pernah Saudara dengar sebelumnya. Pewahyuan ini akan memberkati dan mengubahkan hidup Saudara sampai selama-lamanya. Dari nats pembacaan kita Kej 47:19c rakyat datang kepada Yusuf (sebagai representasi dari Kerajaan Surga) dengan permintaan yang sangat pintar dan tepat “Berikanlah benih..” Ini adalah permintaan yang sangat tepat menurut saya, ini adalah permintaan yang akan memberikan terobosan!


Sebab selama ini rakyat hanya meminta gandum kepada Yusuf dan mereka sama sekali tidak pernah meminta benih. Ketika mereka meminta gandum maka mereka akan mendapatkan gandum, tidak lebih. Dan yang menjadi masalah seberapa banyakpun gandum yang mereka dapatkan akan selalu habis. Sebab pada hakekatnya ketika mereka mendapatkan gandum, yang mereka lakukan selalu mengikuti rangkaian kegiatan seperti berikut ini: diolah—dimakan—dibuang ke jamban. Selalu seperti itu.


Gandum berbicara mengenai penghasilan rata-rata kita per bulan. Dari penghasilan yang kita peroleh tiap bulan, kita terbiasa untuk melakukan rangkaian berikut ini: menyisihkan perpuluhan (sepersepuluh penghasilan kita kepada Tuhan), menyisihkan uang iuran bulanan (untuk listrik, telepon, transport dll), sisanya kita gunakan untuk wisata, kuliner dan untuk hobby/ interest kita, dan jika masih ada sisanya baru kita gunakan untuk persembahan pada setiap ibadah atau untuk membantu orang lain. Selalu seperti itu yang kita lakukan dari bulan ke bulan.


Sama dengan gandum, seberapa banyakpun gandum yang diperoleh akan selalu habis karena mengikuti rangkaian kegiatan seperti berikut ini: diolah—dimakan—dibuang ke jamban, demikian pula dengan penghasilan kita tiap bulan. Jika tujuan hidup kita atau yang diinginkan hati kita hanyalah untuk keperluan “aku” dan “kami” maka seberapa banyakpun penghasilan kita tiap bulan tidak akan pernah cukup atau dengan kata lain tidak akan pernah memuaskan nafsu kita. Itulah yang dimaksud dengan selalu habis. Selalu habis berbicara mengenai selalu kurang atau tidak pernah dipuaskan.


Dan itu yang saya temukan di dalam banyak gereja sehingga mereka tidak pernah mengalami yang namanya terobosan. Doa mereka selalu seperti ini: “Berkati pekerjaan kami, berkati perusahaan kami, berkati pelayananku dll..” Saya tidak berkata doa seperti ini salah, ini adalah doa yang bagus, tapi juga merupakan doa yang “biasa”. Jemaat Tuhan yang ada di GBI Sion City Raden Saleh saya rindukan bukan hanya menjadi jemaat yang “biasa” yang selalu menaikkan doa yang “biasa”. Tetapi besar kerinduan saya agar Saudara menjadi jemaat yang “luar biasa” dan menaikkan doa yang “luar biasa”. Itu sebabnya saya mengajar “Jangan cuma meminta gandum!” tetapi “Mintalah benih dari Tuhan” sebab meminta benih lebih baik daripada meminta gandum.


Benih tidak bisa langsung diolah dan dimakan. Benih tidak seperti itu. Benih harus ditabur terlebih dahulu. Meminta benih artinya meminta sesuatu dari Tuhan (jumlahnya atau bentuknya terserah iman Saudara) dengan tujuan untuk memberikannya kembali kepada Tuhan/ pekerjaan Tuhan. Ketika Saudara memberikannya kembali kepada Tuhan, dituntut integritas/ kejujuran Saudara. Ini yang saya namakan menabur benih. Dan ketika Saudara benar-benar melakukannya (menabur benih setelah mendapatkan benih yang Saudara minta kepada Tuhan) maka disitulah baru terjadi pelipatgandaan.


Dan dari pelipatgandaan ini barulah Saudara bisa menikmati hasil pelipatgandaan ini. Belajar dari Hana, yang meminta anak dari Tuhan dengan suatu janji bahwa anak itu kembali akan dipersembahkan untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Dan benar, Tuhan menjawab doa Hana dengan memberikan Samuel lahir dari rahim Hana yang mandul. Dan Hana benar-benar memberikan Samuel untuk Tuhan sehingga Tuhan memberkatinya dengan empat anak lainnya. Mintalah benih dari Tuhan karena meminta benih jauh lebih baik daripada meminta gandum. Tuhan Yesus memberkati.


Senin, 14 Juni 2010

Darah Domba dalam Science dan Alkitab

Siapa sangka kalau darah domba bisa membunuh racun yang terdapat dalam bisa ular? Hal itulah yang baru-baru ini ditemukan peneliti dari Australia, tepatnya di peternakan Mintaro yang berada di Lembah Clare. Domba-domba yang dikembangbiakkan di peternakan ini, sekarang telah menjadi harapan baru untuk menyelamatkan nyawa manusia dari keracunan bisa ular. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa antibodi atau zat tertentu di dalam darah domba di daerah ini dapat membunuh bibit penyakit dan racun yang berasal dari bisa ular. Australia sendiri adalah lokasi yang ideal untuk mengembangkan sistem tersebut. Pasalnya, di Negeri Kanguru ini tidak tercatat bahaya penyakit scrapie yang menyerang kambing dan domba atau penyakit sapi gila dan sejenisnya.


Untuk menjaga kesehatan domba-domba berbobot sekitar 90 kilogram itu, setiap empat pekan sekali dilakukan imunisasi dengan mesin khusus. Domba-domba muda berusia 10 sampai 12 bulan tersebut, juga disuntik vaksin dari bisa ular yang dicampur dengan semacam antigen, agar domba menjadi kebal. Kemudian, setiap empat pekan sekali pula, sekitar 800 gram darah setiap ekor domba diserap dan dikemas dalam kantong-kantong darah. Darah domba dari bagian selatan Australia itu lantas dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan serumnya untuk kemudian dibekukan. Setiap ekor domba dapat menghasilkan rata-rata sekitar lima kilogram serum per tahun. Serum dari darah domba itulah yang kemudian menjadi alternatif pengganti serum serupa dari darah kuda, yang belakangan diketahui memiliki banyak dampak negatif.

Alkitab rupanya tidak bertentangan dengan Sains. Dalam Alkitab Yesus digambarkan sebagai anak domba Allah dan darahnya berkuasa menolak racun si iblis, yang sering digambarkan dengan ular oleh Alkitab. Tuhan memberkati.

Minggu, 13 Juni 2010

PERINTAH TUHAN: “RUMAH-KU HARUS PENUH!”

Lukas 14:23
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

Saudara-saudaraku yang sangat kukasihi di dalam Tuhan, tulisan ini saya buat karena saya begitu mengasihi saudara dan menjalankan apa yang Tuhan minta untuk saya tuliskan. Perintah Tuhan sangat jelas dikatakan dalam Lukas 14:23: “.. Rumahku harus penuh.” Di dalam Luk 14:16 diceritakan mengenai seorang tuan rumah yang mengundang banyak orang untuk seperjamuan dengannya. Tuan rumah disini menggambarkan Tuhan. Tuan rumah itu katakan: “Marilah.” Tetapi para undangan itu menolak dan memberikan alasan-alasan sebagai berikut:

1. Mengurus ladang (Luk 14:18), berbicara mengenai pekerjaan

2. Mencoba lembu baru (Luk 14:19), berbicara mengenai hobby/ interest

3. Baru kawin (Luk 14:20), Berbicara mengenai alasan mengenai keluarga

Dan setelah mendengar alasan-alasan tersebut tuan rumah menjadi murka.

Lalu diturunkanlah perintah kedua oleh tuan rumah: “Bawalah kemari orang miskin, cacat, buta dan lumpuh. Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang tidak masuk hitungan untuk diundang. Tetapi justru mereka sangat menghargai undangan itu karena mereka merasakan betapa spesialnya undangan sang tuan, mereka datang. Itu sebabnya gereja-gereja mengadakan KKR-KKR untuk kesembuhan sehingga banyak orang sakit berdatangan dan mereka menerima kesembuhan, dan begitu pula yang miskin mereka mencari Tuhan dan diberkati. Tetapi sekalipun demikian rumah Tuhan belum penuh juga. Dalam Luk 14:22 dikatakan: “sekalipun demikian masih ada tempat.”


Itu sebabnya perintah ketiga dikeluarkan: “Paksalah mereka masuk sebab rumahku harus penuh.” Ketika Tuhan tunjukkan firman ini disaat doa pagi saya, ayat ini membuat saya tercengang. Perintah-Nya sangat jelas bahwa rumah Tuhan atau gereja harus penuh sesak dengan jiwa-jiwa. Rupanya Tuhan mengajar kita untuk lebih gigih lagi mengajak siapapun yang kita jumpai di jalan-jalan, juga keluarga kita atau sahabat kita, untuk datang ke gereja, dalam tulisan ini saya fokuskan pada gereja GBI Sion C ity Raden Saleh. Dan mengajak mereka seperti orang yang memaksa.

Saya tidak mengajar saudara untuk menyeret dengan tali orang-orang yang saudara kenal untuk datang ke gereja ini. “Hahaha haha.. bukan itu yang saya maksud de-ngan kata memaksa disini.” Tapi kita akan melakukan dengan cara mengajak mereka tanpa jemu-jemu. Sekalipun mereka menolak atau memberi banyak alasan tidak bisa datang, Saya sarankan agar Saudara tetap sms mereka, telepon mereka, dan tetap doakan mereka agar mau datang setiap hari Minggu Jam 7 malam beribadah di gereja ini.

Dan apabila saudara melakukannya artinya Saudara mengasihi mereka. Sebab Tuhan katakana dengan jelas bahwa setiap orang yang telah diundang beribadah tetapi mereka tidak datang karena alasan hobby, pekerjaaan, dan alasan keluarga (tentu saja yang dibuat-buat) maka mereka tidak akan menikmati jamuannya Tuhan, berkat-berkat Tuhan, dan tentu saja perhatian ekstra dari Tuhan. Saya percaya lewat tulisan ini hidup Saudara akan diubahkan dari hari hari ke sehari semakin mulia, tidak bercacat dan tidak bercela sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Ingat perintah Tuhan : Rumah-Ku harus penuh!” Selamat bekerja untuk Tuhan.

Senin, 08 Februari 2010

Yang Bertekun Akan Berbahagia

1 Petrus 5: 11a
Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun


Hari-hari ini beberapa nilai-nilai yang sangat berharga dalam kehidupan kekristenan telah banyak hilang. Nilai kesetiaan, kesabaran, ketekunan dan banyak nilai lainnya telah banyak dilupakan bahkan oleh orang percaya. Padahal sesungguhnya nilai-nilai seperti itulah yang akan membuat mereka hidup berbahagia.

Saat ini masyarakat sudah tercemari dengan segala sesuatu yang instant. Mereka ingin segala sesuatu yang cepat dan segera; sekalipun dengan menghalalkan segala cara. Mereka berpikir bahwa kebahagiaan tergantung dari kepintaran mereka membuat manuver dan strategi, mengambil hak-hak orang lain, dan melukai orang lain untuk memuaskan hasrat dan ambisinya.

Manusia di zaman ini apabila menghadapi tantangan akan mulai berkata “Tuhan tidak menghendaki apa yang kita lakukan saat ini.” Tetapi apabila semuanya berjalan mulus dan tanpa gangguan mereka akan dengan mudah berkata “Ini dari Tuhan.” Jangan cepat menyimpulkan sesuatu hanya karena mental kita yang kurang kuat.

Saudaraku ketahuilah tanpa masalah tidak akan ada yang namanya mujizat. Jangan mau di-ninabobokan dengan pengajaran yang menyatakan bahwa saudara tidak akan mengalami masalah bila mengikuti Yesus. Yang benar adalah apabila saudara mengikuti Yesus, maka saudara tidak akan merasa terganggu oleh masalah dan tetap dalam damai sejahtera serta senantiasa bertekun dalam menghadapi masalah sebesar apapun. Karena kita tahu Tuhan sudah menyediakan kemenangan dan rencana indah di balik setiap masalah kita. Yang bertekun adalah yang berbahagia. Belajarlah bertekun, sabar, dan tetap setia. Tuhan Memberkati.