Gal 5:1“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”
Ada sebuah bahaya yang mengancam iman jemaat Galatia saat itu. Paulus melihat iman jemaat di Galatia tercemar oleh karena pengajaran yang lain (Gal 5:9-10), yang tidak sesuai dengan pengajaran yang semula dia ajarkan. Jemaat di sana mulai mencampurkan kasih karunia dengan hukum Taurat, ini yang saya namakan virus “Galatianisme.”
Virus Galatianisme ini berkembang dengan cepat pada jemaat Galatia saat itu. Mereka yang tadinya percaya bahwa mereka dibenarkan oleh iman kepada Yesus kristus saja dan berlomba dengan baik, kini berubah dengan menambahkan beberapa ajaran hukum Taurat seperti sunat, dan mereka mulai percaya bahwa orang selain harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan tetapi juga harus disunat dan mengikuti beberapa tradisi hukum Taurat.
Itu sebabnya Paulus berteriak dengan keras pada Gal 5:4: “Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat!” dan lebih jelas ia lanjutkan begini: “kamu hidup di luar kasih karunia.” Ini teriakan bukan hanya berasal dari Paulus, saya sangat percaya peringatan ini berasal dari Roh Kudus bagi jemaat Galatia saat itu dan juga bagi setiap kita saat ini: “Jangan mencampurkan kasih karunia dengan hukum Taurat!”
Saudaraku, hukum Taurat tidak dapat memerdekakan anda. Hukum Taurat tidak bisa membebaskan anda dari hukum dosa dan hukum maut yang sudah manusia warisi sejak zaman Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Hukum Taurat hanya mempunyai peranan menuntun kepada sebuah pribadi yang sungguh-sungguh mampu memerdekakan saudara. Itu sebabnya Paulus berkata: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.” Hanya Kristus saja yang dapat memerekakan kita.
Hukum Taurat ibarat sebuah cermin dan manusia ibarat orang yang wajahnya sangat kotor dan jorok dan tidak memiliki lengan. Setiap kali orang itu menggunakan cermin tersebut, ia hanya bisa melihat wajahnya yang kotor dan jorok. Dan seberapapun ia ingin membersihkan wajahnya, ia tidak bisa, karena ia tidak memiliki lengan.
Hukum Taurat hanya mempunyai tugas untuk membuat manusia frustasi. Agar manusia sadar bahwa dirinya tidak layak, dirinya kotor dan menjijikkan, dirinya tidak bisa membersihkan dosanya dengan kebaikan dan kekudusan buatan. Karena kekudusan manusia bagaikan kain yang sangat kotor di hadapan Tuhan. Hukum Taurat sekali lagi saya katakan hanya sebagai penuntun menunjuk ke sebuah pribadi yang bisa membersihkan dan menebus manusia dari hukum dosa dan hukum maut. Pribadi itu namanya Yesus. Caranya bagaimana? Cukup percaya saja.
“Kok mudah sekali?”, “Saya rasa tidak sesederhana itu!”, “Perlu juga agar kita berbuat kudus, tidak zinah, tidak mencuri dsb” inilah yang dikatakan daging saudara. Daging ingin memiliki saham dalam keselamatan. Tapi itu tidak mungkin. Awas virus galatianisme! Dengan kemampuan saudara berusaha memenuhi seluruh perintah hukum Taurat untuk merdeka dari hukum dosa dan hukum maut, saudara tidak akan pernah bisa! Tetapi dengan berdiri teguh dan tetap merdeka, percaya hanya melalui iman kepada Kristus Yesus, kita bisa! Jemaat Galatia saat itu justru ketika mencampur hukum Taurat dengan kasih karunia, mereka justru saling menggigit dan menelan, padahal ketika mereka murni hanya di dalam pengajaran kasih karunia mereka “berlomba dengan baik.” Tetap di dalam kasih karunia, sekali merdeka tetap merdeka! Amin.

